” Penuntut Ilmu Sejati “

Penuntut ilmu itu memiliki sifat Al-Hilm (tenang), ketika ada suatu problem dia pandai bersikap. Atau ada orang-orang jahil yang memancing amarahnya, atau ada orang yang mengejek, mengusir, membuly nya.

Sebagaimana Allah telah mensifati di dalam Alquran :

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَّإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al-furqan : 63)

Syekh assa’di menjelaskan dalam tafsirnya tentang ayat tersebut : “ini adalah pujian bagi mereka (orang yang berilmu) dengan sifat Al-Hilm yang mereka miliki dan mereka membalas perbuatan jelek dengan kebaikan dan memaafkan orang-orang yang jahil”

Jika mereka disakiti tidak dibalas dengan kekerasan
Jika mereka diusir tidak dibalas dengan perlawanan
Jika mereka diejek tidak dibalas dengan ejekan
Jika mereka di provokasi tidak dibalas dengan hal serupa
Jika ada situasi yang tidak baik mereka tidak memperkeruh situasi atas balasan hal tersebut.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. (QS Az Zumar: 9)

Lihat bagaimana tauladan kita (Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam) dalam menghadapi perbuatan jelek terhadap nya, ketika orang Quraish semakin geram dengan Dakwah beliau maka mereka membayar seseorang untuk menyakiti Rasulullah.

Orang tersebut menunggu Rasulullah dijalan di mana beliau biasa lewati.
Apa yang dilakukan orang tersebut?
Dia meludahi muka Rasullullah yang mulia ini bukan sekali, atau dua kali bahkan sampai berhari-hari, Namun Nabi tak bereaksi, tidak sedikit pun menunjukkan rasa marah.

Lalu apa yang dilakukan oleh Rasulullah terhadap orang yang menentang dakwahnya?

Ketika suatu hari tidak ada lagi orang yang selalu meludahinya, Nabi dalam hatinya, “Ke mana gerangan orang yang selalu meludahiku?”.
Ternyata dia terbaring sakit lalu Rasulullah menjenguk nya.

Lihat bagaimana mulia nya balasan beliau atas orang yang membenci dakwahnya.

Dan juga pernah suatu ketika ulama diludahi mukanya oleh seorang jahil dan ulama tersebut tetap tenang tanpa reaksi.

Lalu muridnya bertanya :

Kenapa engkau tidak membalasnya?

“Jika aku membalasnya, lalu apa Bedaku antara orang yang belajar dan tidak belajar”

Masya Allah semoga kita bisa mendapatkan sifat Al-Hilm.

Oleh : Abu Azzam

This Post Has 2 Comments

Tinggalkan Balasan